by

Buat Tujuan Anda kalau Ingin Sukses!

Saya menjelaskan jika buat kuasai penjualan dengan begitu detil, Kamu sebetulnya cukuplah kuasai dua hal. Yang pertama yaitu internal blueprint serta yang ke-2 yaitu eksternal blueprint. Serta kesempatan ini saya akan ulas yang pertama terlebih dulu, yaitu mengenai internal blueprint.

Mengenai internal blueprint saya beri perumpamaan semacam ini. Apa yang berada di luar, akan sama dengan apa yang ada di. Demikian dengan hasil yang akan Kamu temukan, akan sama dengan apa yang ada di diri Kamu.

Apa sich yang berkaitan dengan internal blueprint itu?

Kita ulas dari yang pertama: GOAL

Sekeras apa pun Kamu berjualan, se-ngotot, se-ngeyel apa pun Kamu berjualan tetapi saat Kamu tak mempunyai goals yang pasti karena itu itu bisa menjadi nothing. Kamu seperti kerja tanpa ada arah.

Sama seperti dalam saat Kamu ingin naik taksi. Satu saat kamu berdiri di tepi jalan, Kamu lihat ada taksi di muka Kamu, lalu Kamu berhentikan taksi itu. Kamu masuk ke taxi, lalu si driver menanyakan pada Kamu, “Pak/Bu, Kamu ingin diantar ke manakah?” Lalu Kamu bingung, “Emmmmmm, Saya bingung Pak, saya ingin ke mana.” Maka ada tiga peluang nih yang dapat dikerjakan oleh driver nya barusan, yaitu:

  1. Sebab Kamu tak jelas, karena itu drivernya akan katakan, “sudah turun anda. Waktu ingin naik taksi tidak tahu ingin ke manakah.”
  2. Beliau akan menanyakan semacam ini pada Kamu, “Pak, Bu, berapakah sich isi uang yang berada di dompet Kamu?” Misalnya Kamu katakan. “Uang di dompet Saya ada satu juta nih” Karena itu, driver ini akan ajak Kamu keliling-keliling sampai argonya tunjukkan angka satu juta serta lalu Kamu di turunkan di tepi jalan.
  3. Mungkin drivernya ini betul-betul baik, Kamu tetep diantarin. Tetapi Kamu diantarinnya ke Kantor Polisi paling dekat. Sebab dipikir Kamu orang hilang.

Jadi goal ini demikian utamanya sebab akan men-drive, akan membawa Kamu ke manakah. Nah, bagaimana sich triknya kita dapat membuat goal? saya mempunyai keterangan lebih detil, adalah:

  1. Goal itu harus positif.
    Saat kita bicara mengenai pemikiran, karena itu pemikiran ini ada yang namanya pemikiran sadar serta ada pemikiran bawah sadar. Nah di hidup manusia itu kecenderungannya di-drive oleh pemikiran bawah sadar.

Yang menarik yaitu pemikiran bawah sadar itu me-reject atau menampik beberapa kata yang negatif. Misalnya saat Kamu berjualan dengan goal saya tak ingin miskin, saya tak ingin hidup menanggung derita. Kata “tidak”nya itu akan di-reject oleh pemikiran bawah sadar Kamu, serta akan di terima seperti berikut.

Saat Kamu menjelaskan, “saya tak ingin miskin” karena itu pemikiran bawah sadar akan menanggapi “oooh, Kamu ingin miskin” saat Kamu menjelaskan, “saya tak ingin hidup susah”, karena itu pemikiran bawah sadar akan menanggapi, “Oooh Kamu ingin hidup susah”.

Nah lalu pemikiran bawah sadar ini mempunyai satu ciri-ciri, Yaitu ia cuma terima beberapa kata positif. Jadi akan tambah lebih baik, saat Kamu membuat goal dengan positif. Misalnya Kamu menjelaskan ini:

“Saya berjualan sebab saya ingin kaya”,
“Saya berjualan sebab saya ingin mempunyai uang banyak”,
“Saya berjualan sebab saya ingin mempunyai mobil mewah”,
“Saya berjualan sebab saya ingin mempunyai rumah elegan.”,
“Saya berjualan sebab saya ingin membahagiakan beberapa orang yang saya cintai.”,
“Saya berjualan sebab saya ingin keliling dunia.”

  1. Detil.

Saat barusan Kamu menjelaskan Kamu berjualan, Kamu ingin mempunyai banyak uang, Kamu harus lebih detil , uang sebegitu banyak yang Kamu ingin. Kamu harus jelas.

Misalnya:
“saya ingin memperoleh komisi 1,2 miliar pada sebuah tahun.”,
“saya ingin mempunyai mobil elegan Lamborghini.”
“Saya ingin mempunyai rumah 2 hektar 1 rumah.”

  1. Time frame.

Tujuannya time frame itu yaitu Kamu harus mempunyai deadline-nya kapan. Otak akan kerja seperti perintah yang Kamu perintahkan. Oleh karenanya, saat Kamu memberi perintah pada otak jika “Saya benar-benar kepingin sekali buat memperoleh ini pada saat ulang tahun saya di tanggal 28 Februari”

Detil dengan tanggal, bulan, tahunnya.

  1. Sensory Based Evidance.

Saat Kamu telah mempunyai goal yang positif, detil, serta mempunyai time frame atau deadline yang pasti. Karena itu goal kamu ini harus dapat Kamu rasakan, pikirkan, serta dengarkan.

Lewat cara, mungkin setiap pagi Kamu lakukan satu ritual pagi. Contohnya bangun tidur, Kamu berdoa, lakukan beribadah, tetapi sesudah itu lalu Kamu sempatkan diri contohnya 5 menit, mengatur nafas Kamu dalam-dalam, Kamu pejamkan mata Kamu lalu, sambil itu

Kamu pikirkan, Kamu benar-benar dapat lihat mobil elegan yang Kamu ingin,
Kamu benar-benar dapat memikirkan rumah elegan yang Kamu ingin,
Kamu benar-benar dapat memikirkan uang yang Kamu kehendaki.
Lalu Kamu dapat dengarkan Bagaimana beberapa orang seputar Kamu mengatakan suatu pada Kamu.
Mungkin saat Kamu mempunyai itu semua, istri Kamu akan tiba pada Kamu serta menjelaskan I love you. Terima kasih sebab telah memperoleh hasil yang begitu mengagumkan ini.
Lalu Kamu rasakan bagaimana perasaannya, timbulkan perasaannya waktu itu juga.
Bagaimana perasaannya Saat Kamu benar-benar dapat sampai uang yang Kamu kehendaki, rumah yang Kamu kehendaki, mobil yang Kamu kehendaki, timbulkan bayangannya, timbulkan apa yang ingin kamu dengar, timbulkan apa yang ingin Kamu rasakan.

Timbulkan semua. Itu Sensory based evidance.

  1. Goal itu harus Worthwhile

Goal itu harus mempunyai makna khusus. Goal itu harus benar-benar diharapkan. Goal itu benar-benar harus diperjuangkan, Goal Kamu is a must. Harus Kamu perjuangkan.

Oleh karenanya, Kamu harus mempunyai Big Why. Tak sekedar hanya Kamu membuat goal dengan positif, dengan detil, dengan time frame, serta dapat dirasa, dipikirkan, atau didengarkan.

Tetapi Kamu mempunyai fakta yang begitu kuat. Mengapa Kamu ingin mempunyai uang 1,2 miliar dalam 1 tahun. Faktanya apa? Mengapa Kamu ingin mempunyai mobil Lamborghini? Faktanya apa? Mengapa Kamu ingin mempunyai rumah yang elegan? faktanya apa?

Saat 5 ini sudah Kamu buat serta Kamu kerjakan kegiatan rutin pagi yang seperti barusan saya sebut, karena itu itu akan men-drive Kamu buat ke arah pada apa yang betul-betul Kamu kehendaki.

Pertanyaannya, Apa mempunyai goals saja cukup sudah? Tentunya tak. Di internal blueprint ada satu hal yang begitu kuat, yang dapat membuat goal ini terwujud atau tak.

Apakah itu? Yaitu yaitu mengenai kepercayaan. Jika Kamu ingin tahu Kepercayaan itu seperti apa serta bagaimana kepercayaan dapat men-drive goal kamu

Kunjungi: BisnisOnlineDropship.com

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed